Sepanjang ingatan Nick, dia dan keluarganya selalu dalam pelarian dari para penyihir. Ayahnya, David Ryves, meninggal saat mencoba menyelamatkan keluarganya. Malam mengenaskan itu juga melukai kaki kakak laki-laki Nick, Alan, hingga cacat. Saat itu Nick baru berusia 8 tahun dan Alan berusia 11 tahun. Sejak saat itu, Alan mengurus Nick dan ibu mereka yang seorang penyihir yang kurang waras, Olivia.
8 Tahun berlalu dan mereka masih dalam
pelarian. Nick tumbuh menjadi remaja yang kuat dan ahli menggunakan
pedang. Dan meski sang ibu membenci Nick, remaja pengidap disleksia
tersebut tidak terlalu menghiraukan. Baginya yang terpenting hanya ia
dan Alan. Hingga suatu hari datanglah dua kakak-beradik, Mae dan
Jamie Crawford, datang meminta pertolongan. Ternyata, Jamie telah
mendapat Tanda iblis. Tanda tingkat tiga yang membuatnya berada di
bawah kendali iblis. Saat menolong Jamie, Alan pun mendapat tanda
yang sama. Hal ini membuat Nick gusar. Meski ia bersedia menolong
kakak beradik Crawford demi membuat Alan senang, keadaan sekarang
menjadi berbalik. Mereka harus memburu para penyihir Lingkaran
Obsidian yang berada di bawah pimpinan Black Arthur, mantan suami
Olivia.
Entah karena lagi ngikutin Supernatural
(TV series) dan fanfic Supernatural (The Brotherhood AU) punya Ridley
C James, atau karena kemampuan Sarah Rees Brennan, aku benar-benar
jatuh cinta pada buku ini. Apa hubungannya Supernatural, Ridley, dan
Sarah? Ketiganya sama-sama mengangkat tema iblis, penyihir, dan
monster yang dibalut drama persaudaraan.
Hubungan Alan dan Nick mengingatkan aku
pada hubungan Dean dan Sam Winchester. Tapi kita gak bahas fanfic
atau Supernatural di sini (sekalipun aku bener-bener pengen ngebahas
The Broterhood nya Ridley >_<). Kembali ke Alan dan Nick.
Alan dan Nick sangat saling menyayangi,
meski Nick hampir tidak pernah menunjukkannya. Nick bersikap kasar
pada siapapun termasuk Alan, tapi satu-satunya yang dia inginkan
hanyalah kebahagiaan Alan. Kita akan diajak menyelami perasaan dan
pribadi Nick yang rumit. Sementara untuk Alan, aku tadinya agak
mengerutkan kening melihat karakter Alan yang menurutku terlalu baik
dan gak realistis. Tapi ternyata Alan punya alasan tersendiri yang
gak jauh-jauh dari Nick. Sepanjang bab Nick seolah-olah menjadi pusat
cerita tapi Alan lah kunci utama crita buku bagian pertama dari seri
trilogi milik Brennan ini.
Karakter lain pun sangat menarik. Mie
yang enerjik dan berani bertolak belakang dengan adiknya Jamie yang
lebih pendiam dan pemalu. Olivia yang tidak stabil, membenci Nick
tapi sangat menyayangi Alan. Black Arthur, para penyihir Lingkaran
Obsidian, orang-orang Pasar Goblin, semua punya peran penting dalam
alur cerita walau hanya muncul sesekali. Hampir tak ada satu karakter
yang 'hanya numpang lewat'. Semua tindakan, peristiwa, seaneh apapun,
memiliki alasan tersendiri yang akan terungkap di akhir cerita
Ending cerita bukan hanya mengejutkan
tapi juga mengharukan, meski ada yang masih menggantung jadi harus
baca lanjutannya ke buku kedua, The Demon's Convenant. Dan sayangnya,
Ufuk belum merilis terjemahan Indonesia buku kedua tersebut. However,
aku udah puas sama ending buku pertama ini. Menurut aku sih, tanpa
melanjutkan ke buku kedua pun cerita ini sendiri sudah sangat
menarik.
Secara keseluruhan saya sangat suka
buku ini. Brennan membuat aku gak bisa meletakan buku ini sejak awal
bab. Untung dah bacanya pas weekend, jadi akhirnya aku lembur
semalaman demi tahu kelanjutan nasib Ryves bersaudara. Untuk cover
buku, setahu saya sih ada 2 cover, dan foto di atas merupakan cover
terbaru yang menurut saya lebih menarik dibanding cover cetakan
pertama. Terjemahannya cukup ok. Gak separah Assasin's Creed tapi
masih nemu beberapa kalimat yang serasa kurang pas.
Sekilas mengenai Sarah Rees Brennan,
ternyata beliau juga seorang penulis fanfiction untuk fandom Harry
Potter! >_<
Sayang aku gak nemu satupun fanfic
Sarah. Kemungkinan sih sudah ditarik dari peredaran. Kalau ada yang
punya, dan nyasar ke tulisan ini, plis plis plis kasi ke saya >/\<
Jadi mikir, mungkin gak ya temen-temen
aku yang suka nulis fanfic, suatu saat akan terbit bukunya dan jadi
best seller kayak Sarah dan Cassandra Claire....
Saat ini sih udah ada yang bikin buku
tapi belum jadi best seller *lirikin Keka*. :D
Tapi yang penting udah ada laaa~~~
Terakhir, salah satu bagian yang aku
suka (nyomot dari blog orang, soalnya catatanku yang pake Indonesia entah kemana XDD)
“I know you’re worried” Alan
said. “Don’t be. How many people with first marks have we seen?
How many first marks have you removed? How is this different?”
Nick turned his gaze from the window to Alan. “This is different”, he said. “This is you”
Nick turned his gaze from the window to Alan. “This is different”, he said. “This is you”
Ketebalan: 360 halaman
Penerbit: Ufuk Fiction, PT Ufuk
Publising House
4/5
