Juli 15, 2013

[Book Review] Slices of Life and Cups of Memories



Buku ini udah di rak sejak.... er.. sejak kapan yak? Lupa XD
Udah lumayan lama, cuman aku baru sempat baca kemaren hehehe
Buku ini merupakan kumpulan cerpen, total ada 15 cerita.
Diterbitkan melalui nulisbuku, 1st self-publishing online in Indonesia, oleh 5 pengarang muda. Menyebut diri #magnum, mereka adalah Anggong, Bakachunk, Kyrie -Keka-, Noecchi, dan Ogawa Sora.



Nggak butuh waktu lama untuk melahap 15 cerita buku ini, skitar 2 jam aja. Namanya juga cerpen, jadi ceritanya cukup singkat. Tapi bukan berarti muatannya nggak berkesan. Sesuai judul buku, isi kisah-kisah di dalamnya berupa sepenggal kenangan para tokoh, baik senang, sedih, bahkan juga aneh, jadi nggak banyak menampilkan detail dan setting.

Buku ini diawali oleh 3 cerita milik Anggong, dirangkum dalam satu judul Bandoman Himono (Bandman Love Stuff) yang berkisah tentang pasangan Sho dan Mari. Kehidupan mereka sebelum dan saat menjadi suami istri. Karya ini mungkin yang paling ringan dibanding yang lain meski ada kematian di judul pertama. Ketiganya singkat tapi sweet.

3 judul selanjutnya, dirangkum dalam judul Last for Forever, merupakan karya milik Bakachunk. Saat membacanya aku sempat panik karena aku bacanya di siang bolong saat bulan puasa. Kenapa? Karena Bakachunk memberi hint cinta sesama jenis. Tapi akhirnya aku lega karena itu bukan topik utama dan kedekatan tokoh ternyata hanya sebagai sahabat. Dibanding milik Anggong, jelas karya Bakachunk lebih 'suram'.

3 judul milik Kyrie -Keka- dirangkum dengan judul Slices of Fantasy and Cups of Roman (tea). Sesuai dengan judulnya, Keka memasukan unsur fantasi dalam karyanya. Jika dibanding 4 pengarang lain, aku paling familiar dengan gaya tulisan Keka. Dan seperti yang sudah-sudah, aku suka humor ringan dan pilihan kata milik Keka. Sederhana namun mengena.

Sesuai dengan judulnnya, 3 cerita dalam Nigen no Kimochi (Human's Feeling) milik Noecchi menekankan pada perasaan dan emosi. Nggak banyak penjelasan soal setting. Lebih berpusat pada emosi tokoh di tiap cerita. 2 cerita awal sangat singkat tapi memiliki kesan yang lebih kuat dibanding cerita ke 3 yang panjang dan terlalu biasa untuk standar aku.

Taste of Life merangkum 3 kisah karya Ogawa Sora. Jika yang lain bercerita mengenai cinta kepada kekasih atau sahabat, salah satu kisah Sora berkisah tentang perasaan seorang anak yang digugurkan oleh ibunya. 2 kisah lain juga tak kalah suram yang juga berkaitan dengan cinta.

Jujur saja aku merasa agak tertipu oleh sinopsis cover belakang buku ini. Di sinopsis disebutkan kata 'hidup', sementara yang aku temui dari sebagian besar cerita dalam buku ini adalah 'mati'. Hidup dan mati adalah 2 sisi uang yang nggak bisa dipisahkan, tapi membaca sinopsis buku ini, aku mengira akan menemukan kisah-kisah kehidupan yang manis dan asam, bukannya kematian dan perasaan suram. 15 kisah, 8 diantaranya menyebutkan kematian dalam berbagai bentuk dan sebab. Namun bukan berarti aku nggak suka buku ini, beberapa cerita lumayan aku nikmati, mungkin juga karena aku suka angst. Makanya aku pilih 7 Deadly Sins: Wrath yang ada dalam Nigen no Kimochi milik Noecchi serta Aku Ingin Hidup Bunda dalam Taste of Life milik Ogawa Sora sebagai favorit. Tapi menurut aku 3 kisah milik Anggong sebagai kisah yang paling mewakili judul dan sinopsis buku ini.

Cover buku sebenarnya menarik walau menurut aku kurang mewakili isi buku. Buku yang dipegang oleh gambar wanita di cover, malah membuat buku ini terkesan terlalu 'teenlit'. Mungkin juga karena bukunya bergambar pria. Jadi kesan yang muncul pas lihat cover bukunya adalah kisah roman remaja yang manis, sementara judul dan isi buku aku tangkap sebagai penggalan kisah kehidupan yang cukup memorable. Kualitas kertas dan penjilitan cukup baik. Nilai plus saya beri untuk bentuk huruf yang berbeda untuk setiap pengarang. Sayang sekali aku hanya mendapat tanda tangan Keka untuk buku ini.

Favorite part
Dari Sympony of Farewell dalam Last for Forever by Bakachunk

“Kalau kau?”
“Aku suka musim ke lima,” jawabmu sembari tersenyum. Aku terkekeh mendengarnya.
“Ya. Makanya aku ingin menjadi yang ke lima.”


Buku ini aku rekomen buat mereka yang suka baca-baca fanfic terutama fandom J-Rocker. Untuk yang nge-fans sama Alice Nine, ada beberapa cerpen yang terinspirasi dari lagu-lagu A9. Dan para fujoshi juga pasti gak kecewa dengan cerpen milik Bakachunk. Sementara yang nyari cerpen berat dengan penulisan yang 'bahasa tingkat tinggi', buku ini bukan untuk kalian.

Akhir kata:
You did a great job, girls! ^_^
Sukses selalu untuk #magnum dan maaf bila ada kata-kata yang menyinggung.

2/5

READ MORE - [Book Review] Slices of Life and Cups of Memories