Udah lumayan lama, cuman aku baru
sempat baca kemaren hehehe
Buku ini merupakan kumpulan cerpen,
total ada 15 cerita.
Diterbitkan melalui nulisbuku, 1st self-publishing online in Indonesia, oleh 5
pengarang muda. Menyebut
diri #magnum, mereka adalah Anggong, Bakachunk, Kyrie -Keka-,
Noecchi, dan Ogawa Sora.
Nggak butuh waktu lama untuk melahap 15
cerita buku ini, skitar 2 jam aja. Namanya juga cerpen, jadi ceritanya cukup singkat. Tapi bukan berarti muatannya nggak berkesan. Sesuai judul buku, isi kisah-kisah di dalamnya berupa sepenggal kenangan para tokoh, baik senang, sedih, bahkan juga aneh, jadi nggak banyak menampilkan detail dan setting.
Buku ini diawali oleh 3 cerita milik
Anggong, dirangkum dalam satu judul Bandoman Himono (Bandman Love
Stuff) yang berkisah tentang pasangan Sho dan Mari. Kehidupan mereka
sebelum dan saat menjadi suami istri. Karya ini mungkin yang paling
ringan dibanding yang lain meski ada kematian di judul pertama.
Ketiganya singkat tapi sweet.
3 judul selanjutnya, dirangkum dalam
judul Last for Forever, merupakan karya milik Bakachunk. Saat
membacanya aku sempat panik karena aku bacanya di siang bolong saat
bulan puasa. Kenapa? Karena Bakachunk memberi hint cinta sesama
jenis. Tapi akhirnya aku lega karena itu bukan topik utama dan
kedekatan tokoh ternyata hanya sebagai sahabat. Dibanding milik
Anggong, jelas karya Bakachunk lebih 'suram'.
3 judul milik Kyrie -Keka- dirangkum
dengan judul Slices of Fantasy and Cups of Roman (tea). Sesuai dengan
judulnya, Keka memasukan unsur fantasi dalam karyanya. Jika dibanding
4 pengarang lain, aku paling familiar dengan gaya tulisan Keka. Dan
seperti yang sudah-sudah, aku suka humor ringan dan pilihan kata
milik Keka. Sederhana namun mengena.
Sesuai dengan judulnnya, 3 cerita dalam
Nigen no Kimochi (Human's Feeling) milik Noecchi menekankan pada
perasaan dan emosi. Nggak banyak penjelasan soal setting. Lebih
berpusat pada emosi tokoh di tiap cerita. 2 cerita awal sangat
singkat tapi memiliki kesan yang lebih kuat dibanding cerita ke 3
yang panjang dan terlalu biasa untuk standar aku.
Taste of Life merangkum 3 kisah karya
Ogawa Sora. Jika yang lain bercerita mengenai cinta kepada kekasih
atau sahabat, salah satu kisah Sora berkisah tentang perasaan seorang
anak yang digugurkan oleh ibunya. 2 kisah lain juga tak kalah suram
yang juga berkaitan dengan cinta.
Jujur saja aku merasa agak tertipu oleh
sinopsis cover belakang buku ini. Di sinopsis disebutkan kata 'hidup',
sementara yang aku temui dari sebagian besar cerita dalam buku ini
adalah 'mati'. Hidup dan mati adalah 2 sisi uang yang nggak bisa
dipisahkan, tapi membaca sinopsis buku ini, aku mengira akan
menemukan kisah-kisah kehidupan yang manis dan asam, bukannya
kematian dan perasaan suram. 15 kisah, 8 diantaranya menyebutkan
kematian dalam berbagai bentuk dan sebab. Namun bukan berarti aku nggak suka buku ini, beberapa cerita lumayan aku nikmati, mungkin
juga karena aku suka angst. Makanya aku pilih 7 Deadly Sins:
Wrath yang ada dalam Nigen no Kimochi milik Noecchi serta Aku Ingin
Hidup Bunda dalam Taste of Life milik Ogawa Sora sebagai favorit.
Tapi menurut aku 3 kisah milik Anggong sebagai kisah yang paling
mewakili judul dan sinopsis buku ini.
Cover buku sebenarnya menarik walau menurut aku kurang mewakili isi buku. Buku yang dipegang oleh gambar wanita di cover, malah membuat buku ini terkesan terlalu 'teenlit'. Mungkin juga karena bukunya bergambar pria. Jadi kesan yang muncul pas lihat cover bukunya adalah kisah roman remaja yang manis, sementara judul dan isi buku aku tangkap sebagai penggalan kisah kehidupan yang cukup memorable. Kualitas kertas dan penjilitan cukup
baik. Nilai plus saya beri untuk bentuk huruf yang berbeda untuk
setiap pengarang. Sayang sekali aku hanya mendapat tanda tangan Keka
untuk buku ini.
Favorite part
Dari Sympony of Farewell dalam Last for
Forever by Bakachunk
“Kalau kau?”
“Aku suka musim ke lima,” jawabmu
sembari tersenyum. Aku terkekeh mendengarnya.
“Ya. Makanya aku ingin menjadi yang
ke lima.”
Buku ini aku rekomen buat mereka yang suka baca-baca fanfic terutama fandom J-Rocker. Untuk yang nge-fans sama Alice Nine, ada beberapa cerpen yang terinspirasi dari lagu-lagu A9. Dan para fujoshi juga pasti gak kecewa dengan cerpen milik Bakachunk. Sementara yang nyari cerpen berat dengan penulisan yang 'bahasa tingkat tinggi', buku ini bukan untuk kalian.
Akhir kata:
You did a great job, girls! ^_^
Sukses selalu untuk #magnum dan maaf
bila ada kata-kata yang menyinggung.
2/5
2/5

