Mei 14, 2013

[Book Review] DEMON'S LEXICON by Sarah Rees Brennan



Sepanjang ingatan Nick, dia dan keluarganya selalu dalam pelarian dari para penyihir. Ayahnya, David Ryves, meninggal saat mencoba menyelamatkan keluarganya. Malam mengenaskan itu juga melukai kaki kakak laki-laki Nick, Alan, hingga cacat. Saat itu Nick baru berusia 8 tahun dan Alan berusia 11 tahun. Sejak saat itu, Alan mengurus Nick dan ibu mereka yang seorang penyihir yang kurang waras, Olivia.

8 Tahun berlalu dan mereka masih dalam pelarian. Nick tumbuh menjadi remaja yang kuat dan ahli menggunakan pedang. Dan meski sang ibu membenci Nick, remaja pengidap disleksia tersebut tidak terlalu menghiraukan. Baginya yang terpenting hanya ia dan Alan. Hingga suatu hari datanglah dua kakak-beradik, Mae dan Jamie Crawford, datang meminta pertolongan. Ternyata, Jamie telah mendapat Tanda iblis. Tanda tingkat tiga yang membuatnya berada di bawah kendali iblis. Saat menolong Jamie, Alan pun mendapat tanda yang sama. Hal ini membuat Nick gusar. Meski ia bersedia menolong kakak beradik Crawford demi membuat Alan senang, keadaan sekarang menjadi berbalik. Mereka harus memburu para penyihir Lingkaran Obsidian yang berada di bawah pimpinan Black Arthur, mantan suami Olivia.

Entah karena lagi ngikutin Supernatural (TV series) dan fanfic Supernatural (The Brotherhood AU) punya Ridley C James, atau karena kemampuan Sarah Rees Brennan, aku benar-benar jatuh cinta pada buku ini. Apa hubungannya Supernatural, Ridley, dan Sarah? Ketiganya sama-sama mengangkat tema iblis, penyihir, dan monster yang dibalut drama persaudaraan.

Hubungan Alan dan Nick mengingatkan aku pada hubungan Dean dan Sam Winchester. Tapi kita gak bahas fanfic atau Supernatural di sini (sekalipun aku bener-bener pengen ngebahas The Broterhood nya Ridley >_<). Kembali ke Alan dan Nick.

Alan dan Nick sangat saling menyayangi, meski Nick hampir tidak pernah menunjukkannya. Nick bersikap kasar pada siapapun termasuk Alan, tapi satu-satunya yang dia inginkan hanyalah kebahagiaan Alan. Kita akan diajak menyelami perasaan dan pribadi Nick yang rumit. Sementara untuk Alan, aku tadinya agak mengerutkan kening melihat karakter Alan yang menurutku terlalu baik dan gak realistis. Tapi ternyata Alan punya alasan tersendiri yang gak jauh-jauh dari Nick. Sepanjang bab Nick seolah-olah menjadi pusat cerita tapi Alan lah kunci utama crita buku bagian pertama dari seri trilogi milik Brennan ini.

Karakter lain pun sangat menarik. Mie yang enerjik dan berani bertolak belakang dengan adiknya Jamie yang lebih pendiam dan pemalu. Olivia yang tidak stabil, membenci Nick tapi sangat menyayangi Alan. Black Arthur, para penyihir Lingkaran Obsidian, orang-orang Pasar Goblin, semua punya peran penting dalam alur cerita walau hanya muncul sesekali. Hampir tak ada satu karakter yang 'hanya numpang lewat'. Semua tindakan, peristiwa, seaneh apapun, memiliki alasan tersendiri yang akan terungkap di akhir cerita

Ending cerita bukan hanya mengejutkan tapi juga mengharukan, meski ada yang masih menggantung jadi harus baca lanjutannya ke buku kedua, The Demon's Convenant. Dan sayangnya, Ufuk belum merilis terjemahan Indonesia buku kedua tersebut. However, aku udah puas sama ending buku pertama ini. Menurut aku sih, tanpa melanjutkan ke buku kedua pun cerita ini sendiri sudah sangat menarik.

Secara keseluruhan saya sangat suka buku ini. Brennan membuat aku gak bisa meletakan buku ini sejak awal bab. Untung dah bacanya pas weekend, jadi akhirnya aku lembur semalaman demi tahu kelanjutan nasib Ryves bersaudara. Untuk cover buku, setahu saya sih ada 2 cover, dan foto di atas merupakan cover terbaru yang menurut saya lebih menarik dibanding cover cetakan pertama. Terjemahannya cukup ok. Gak separah Assasin's Creed tapi masih nemu beberapa kalimat yang serasa kurang pas.

Sekilas mengenai Sarah Rees Brennan, ternyata beliau juga seorang penulis fanfiction untuk fandom Harry Potter! >_<
Sayang aku gak nemu satupun fanfic Sarah. Kemungkinan sih sudah ditarik dari peredaran. Kalau ada yang punya, dan nyasar ke tulisan ini, plis plis plis kasi ke saya >/\<

Jadi mikir, mungkin gak ya temen-temen aku yang suka nulis fanfic, suatu saat akan terbit bukunya dan jadi best seller kayak Sarah dan Cassandra Claire....
Saat ini sih udah ada yang bikin buku tapi belum jadi best seller *lirikin Keka*. :D
Tapi yang penting udah ada laaa~~~

Terakhir, salah satu bagian yang aku suka (nyomot dari blog orang, soalnya catatanku yang pake Indonesia entah kemana XDD)

“I know you’re worried” Alan said. “Don’t be. How many people with first marks have we seen? How many first marks have you removed? How is this different?”
Nick turned his gaze from the window to Alan. “This is different”, he said. “This is you”

Ketebalan: 360 halaman
Penerbit: Ufuk Fiction, PT Ufuk Publising House

4/5


READ MORE - [Book Review] DEMON'S LEXICON by Sarah Rees Brennan

April 22, 2013

[Book Review] ASSASSIN'S CREED: RENAISSANCE by OLIVER BOWDEN

DOKTRIN PEMBUNUH BAYARAN LAHIR KEMBALI
KEBENARAN AKAN DITULIS DENGAN DARAH

“Aku akan membalas mereka yang mengkhianati keluargaku. Namaku Ezio Aditore da Firenze. Aku seorang pembunuh bayaran...”



Cerita dibuka dengan pertarungan 2 kelompok yang masing-masing di pimpin putra dari para bangsawan yang cukup berpengaruh di Florence, sebuah kota di Italia. Tokoh utama bernama Ezio, putra ke dua keluarga Auditore, tengah berselisih dengan putra tunggal keluarga Pazzi, Vieri. Keberuntungan berpihak pada kelompok Auditore meski seorang anak buah Pazzi berhasil melukai kening Ezio. Untunglah Federico, kakak Ezio datang dan berhasil membujuk Ezio untuk pulang dan tidak terus mengejar Vieri. Keluarga Auditore memang telah lama bermusuhan dengan Pazzi yang seringkali menyebar fitnah, sedangkan permusuhan Ezio dan Vieri bermula dari sikap tidak sopan Vieri terhadap gadis yang ditaksir Ezio, Cristina Calfucci.

Cerita semakin pelik ketika keluarga Auditore difitnah sebagai pengkhianat oleh Ketua Resmi Dewan Pejabat Florence, Uberto Alberti, yang juga merupakan sahabat ayah Ezio. Giovanni Auditore, ditangkap bersama 2 putranya Federico dan si kecil Petruccio. Palazzo Auditore diobrak-abrik, meski untungnya mereka tidak menangkap Maria, ibu Ezio, dan Claudia, adik perempuan Ezio. Saat peristiwa buruk itu terjadi, Ezio tengah mengantarkan dokumen atas perintah ayahnya. Maka, meski selamat, Ezio tidak berdaya melihat ayah, kakak, dan adik laki-lakinya digantung di depan massa. Atas pertolongan Annetta, pengurus rumah tangga Auditore, Ezio, ibu serta adik perempuannya bersembunyi di tempat Paola, saudara Annetta. Dibawah bimbingan Paola, Ezio belajar beberapa hal yang kelak akan berguna untuk misi balas dendamnya terhadap Uberto Alberti.

Dari sinilah dimulai perjalanan panjang Ezio untuk memenuhi takdirnya sebagai anggota Ordo Assasin, sebuah kelompok yang mengabdikan diri untuk memerangi tirani para Templar.

Secara pribadi, menurut saya ide cerita buku ini sebenarnya klasik dan sudah umum. Cerita kepahlawanan, kebaikan melawan kejahatan dimana kebaikan selalu menang. Meski begitu, saat melihatnya bertengger di rak buku perpustakaan kota, saya tidak bisa tidak mengambilnya. Mungkin karena saya memang suka cerita dengan darah bertebaran di setiap bab. Buku ini sendiri berdasarkan game terlaris Ubisoft, Assasin's Creed II.

Di lembar-lembar awal saya langsung dikecewakan oleh tata bahasa yang berantakkan. Entah itu memang dari sananya, atau kualitas terjemahan yang buruk, yang jelas saya menemukan banyak sekali kalimat-kalimat janggal dan tidak efektif. Action nya sendiri cukup lumayan, meski sekali lagi di cerita kan dengan tata bahasa yang berantakan. Penjelasan mengenai senjata yang di pakai oleh Ezio lah yang menarik perhatian saya. Sisipan kata-kata bahasa Italia terkadang mengganggu. Meski di halaman belakang buku diberi kamus terjemahan bahasa Italia dan Latin, namun beberapa kata tidak ditemui sehingga saya hanya bisa mengira-ngira artinya.

Belum lagi alur yang sangat cepat, detail pada hal yang tidak penting, dan penggalian karakter yang hanya berpusat pada tokoh utama sehingga tokoh lain selain Ezio seperti hanya numpang lewat. Padahal bila di lihat dari ceritanya, tokoh-tokoh tersebut berperan penting mengajarkan Ezio ajaran-ajaran Ordo Assasin. Dan ending cerita membuat saya mengerutkan kening kebingungan.

Cover buku yang menampilkan seorang pemuda bertudung dengan jubah dan senjata rahasia di lengannya menurut saya cukup menarik. Pemuda heroik yang misterius, gadis mana yang tidak penasaran? Hehe

Secara keseluruhan saya kecewa dan menuntaskan buku ini dengan sedikit pemaksaan diri. Sayang jika tidak dibaca karena sudah terlanjur pinjam ke perpustakaan. Dan saya tidak yakin akan membaca 2 buku lanjutannya Brotherhood dan Revelation, yang sempat saya lihat nangkring di rak buku perpustakaan kota mengingat tata bahasa yang berantakkan.

Penerbit: Ufuk Press
Ketebalan: 591 halaman

2/5



READ MORE - [Book Review] ASSASSIN'S CREED: RENAISSANCE by OLIVER BOWDEN

Mei 16, 2011

[Lyric] Birthday Song by Ayabie












Birthday Song by Ayabie

Birthday to your love, Happy birthday to your heart
Me wo tojireba
, kimi no egao, utsuru
Amaoto yuki ni kawatta asa
, hitorikiri de, omoidasu

Birthday to your love, Happy birthday to your heart
Ai no kotoba
wasurerarenakute
Ima wa dareka no kimi dakara
, hitori kon'ya iwau yo

Kimi ga iru koto, boku ga iru koto, atarimae no hibi wo
Nakushite kara kidzuitanda

Futari deaete, futari hanareta, jyuunigatsu no sora ni
Kiete shimatta
, kimi he no birthday song

Birthday to your love, Happy birthday to your heart
Ima goro
kare to dokoka de futari
Kinenbi terasu
, CANDLE, boku no ai mo, fukikeshite

Kimi ga ita koto, boku ga ita koto, atarimae no hibi ga
Shashintate no naka de
warau

Hitori shizukani, futari wo mitsume, kanashimi ga afureta
Furueru koe de
utau yo birthday song

Kimi ga iru koto, boku ga iru koto, atarimae no hibi wo
Nakushite kara kidzuitanda
Futari deaete
, futari hanareta, jyuunigatsu no sora ni
Kiete shimatta
, bokura no birthday song

Translation
Birthday to your love, Happy birthday to your heart
If I close my eyes, Your smile, Surfaces
The morning on which the sound of falling rain, Changed into snow
All on my own
The memories came flowing
Birthday to your love, Happy birthday to your heart
Unable to forget, Those words of love
For you belong to someone else now
I'll celebrate it, Alone, Tonight
You, being here
Me, being with you
Those days that seemed so obvious and natural
Only now did I realize, after losing them
Our meeting, Our separation
Into the December sky, It all disappeared
This birthday song is for you
Birthday to your love, Happy birthday to your heart
Sometime now, You're probably somewhere, Together with him
A shining candle, Illuminating your anniversary
Blow out my love
With it, too
You, who had been here
Me, who had been by your side
Those days that seemed so obvious and natural
Laugh at me, Through the picture frame
Alone, I quietly
Gaze at the couple that was us
As I overflowed with grief
With a trembling voice, I sing this birthday song

You, being here
Me, being with you
Those days that seemed so obvious and natural
Only now did I realize, after losing them
Our meeting, Our separation
Into the December sky
It all disappeared, Like our birthday song
READ MORE - [Lyric] Birthday Song by Ayabie